QS 2: 115
“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka
kemanapun kamu menghadap disitulah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas
(rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui”
Sifat Allah ini diteteskan ke manusia =>
Bagi siapa yang memakai (meneladani) sifat Allah
Al-Wasi’ ini hendaknya memperluas wawasannya dengan pengetahuan dan pengalaman.
Dan melapangkan dadanya dengan takwa dan pemaafan. Serta tangannya dengan
keterbukaan dan kelapangan tindakannya dalam kebijakan dan doanya buat seluruh
alam.
QS 19: 41-46
Cerita Nabi Ibrahim ketika meminta kepada Ayahnya
untuk meninggalkan menyembah berhala dan mengajaknya untuk mengikuti jalan yang lurus (Islam), namun Ayahnya menolak bahkan pada ayat 46 ayahnya mengancam
akan merajam Nabi Ibrahim dan memintanya untuk pergi dalam waktu yg lama.
Dari sikap Nabi Ibrahim kita dapat mengambil hikmah lapang dada beliau atas keputusan Ayahnya sembari selalu mendoakan Ayahnya.
QS 37:100
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang
anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh”
è Dikaruniai
Ismail (anak yg sangat sabar-kisah perintah kurban padahal dia baru mendapatkan
anakà wujud
kesabaran keduanya: ketika diberi kebahagiaan kemudian Allah menyuruh untuk
berkorban dengan segenap keimanan dan ketakwaan dalam hati yg dimiliki keduanya
langsung menjalankan perintah Allah)
QS 9:16
"Apakah kamu mengira akan bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"
-> Dari ayat ini menyadarkan kita bahwa selama ini dalam menjalani Profesi kita dan seputar permasalahan kehidupan kita, kita sering lupa untuk menjadikan Allah,Rasul-Nya dan orang beriman sebagai Teman Setia, malahan kita menjadikan orang-orang yg jauh dari Allah sebagai tumpuan solusi kita. Masya Allah..semoga kita bs bermuhasabah.
Sumber: Ustdz Faridah Hanum (Pengajian setiap Ahad di TKIT Raudlatul Muttaqien-Bojong)
